Sabtu, 02 Februari 2013

KAMUS BAHASA BENCONG


Kalo ngomongin soal banci alias bencong, hmm… pasti yang ada dalam benak kita mereka itu laki-laki, tapi mereka nggak mau kalau dipanggil bang, mas, om dan sejenisnya. Mereka itu maunya dipanggil Seus. Tapi kalau kita panggil Seus, mereka itu punya jakun, jenggot, kumis dan bulu ketiak seperti pria (karena mereka memang pria tulen). Para bencong biasanya berpenampilan layaknya wanita. Ada yang pake rok mini, hotpant, celana jeans yang ketat, tanktop, wig atau rambut palsu, ada juga yang benar-benar rambut asli yang dipanjangkan lalu direbonding dan bahkan ada yang mengoperasi alat kelaminnya dan menyuntik dadanya dengan silikon supaya semakin mirip wanita dan yang lainnya. Wedew!

Waria (portmanteau dari wanita-pria) atau wadam adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan dalam kehidupannya sehari-hari. Keberadaan waria telah tercatat lama dalam sejarah dan memiliki posisi yang berbeda-beda dalam setiap masyarakat. Walaupun dapat terkait dengan kondisi fisik seseorang, gejala waria adalah bagian dari aspek sosialtransgenderisme. Seorang laki-laki memilih menjadi waria dapat terkait dengan keadaan biologisnya (hermafroditisme), orientasi seksual (homoseksualitas), maupun akibat pengondisian lingkunganpergaulan.
Di bawah ini saya ulas beberapa kata yang lazim digunakan oleh waria atau bencong :


Akika = Aku
Begindang = Begitu 
Belalang = Beli 
Belenjong = Belanja 
Beranak Dalam Kubur = Berak 
Cacamarica = Cari 
Cucok = Cocok 
Cumi = Cium 
Capcus = Pergi 
Diana = Dia 
Endaaaaaaaaaang = Enak 
Eike = Aku 
Ember = Emang 
Gilingan = Gila 
Hamidah = Hamil 
Hima Layang = Hilang 
Jali-Jali = Jalan-Jalan 
Jayus = joke-garing 
Jijay Markijay = Jijik 
Kanua = Kamu 
Kawilarang = kimpoi 
Kesindaaaang = Kesini 
Kemindang = Kemana 
Kencana = Kencing 
Kepelong = Kepala 
Kesandro = Kesana 
Krejong = Kerja 
Lambreta = Lambat 
Lapangan Bola = Lapar 
Lekong = Laki-laki 
Maharani = Mahal 
Makarena = Makan 
Maluku = Malu 
Mandole = Mandi 
Mataram = Mati 
Mawar = Mau 
Merekah = Marah 
Metong = Mati 
Minangan = Minum 
Motorola = Motor 
Mukadima = Muka 
Mursida = Murah 
Nanda = Nanti 
Naspro = Nasi 
Organ = Orang 
Organ Tunggal = Orang Tua 
Pere = Perempuan 
Pertiwi = Perut 
Piur = Pergi 
Rambutan = Rambut 
Sastra = Satu 
Sekong = Sakit 
Sepong = Siapa 
Sirkuit = Sedikit 
Soraya Perucha = Sakit Perut 
Tinta = Tidak 
Titi DJ = Hati-hati di jalan 
EGPCC= emang gw pikirin cuih cuih... 
SDMB=sori dori mori bow 
Akikah lapangan bola = aku lapar bo' 
LUPUS = Lupain Pacar Utamakan Selingkuh 
panasonic = panas 
pecongan = pacaran 

Ngomong-ngomong tentang bahasa bencong. Kata BENCONG itu dibentuk dari kata BANCI yang disisipi bunyi dan ditambah akhiran ONG. Huruf vokal pada suku kata pertama diganti dengan huruf E. Huruf vokal pada suku kata kedua diganti dengan ONG. 

Misalnya: 
Makan - mekong 
Sakit - sekong 
Laki - lekong 
Lesbi - lesbong 
Mana - menong 
pokoknya serba NONG

Ada juga waria/bences yang kemudian ngeganti tambahan ONG dengan ES sehingga
bentuk katanya menjadi:

Banci – bences
Laki - lekes

0 komentar:

Poskan Komentar